09
Jun
08

terimalah seadanya

Seorang lelaki dan kekasihnya bernikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa dan sungguh mengesankan.Mempelai wanita begitu cantik dan anggun dalam gaun putihnya dan pengantin lelaki dengan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahawa mereka sungguh-sungguh saling mencintai dan sepadan.

Beberapa bulan kemudian, si isteri berkata kepada suaminya, “Abang,saya baru membaca sebuah artikel dlm majalah tentang bagaimana memperkuatkan hubungan dan tali pernikahan kita” katanya manja sambil menunjukkan majalah tersebut.”Masing-masing kita akan mencatatkan hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana kita mengubah hal-hal tersebut dan membuatkan perkahwinan kita bersama lebih bahagia… ..”

Suaminya setuju dan mereka mula memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah tidur dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka sedia membincangkannya. ” Saya akan mulakan dulu ya”, kata isteri. Ia lalu mengeluarkan senarainya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 muka surat. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahawa airmata suaminya mulai mengalir… ..”Maafkan saya bang, apakah saya harus berhenti?” tanyanya.”Oh..tak apa, teruskanlah sayang… ” jawab suaminya.

Dan si isteri terus membacakan semua yang tersenarai, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia”Sekarang giliran abang membacakan senarai yang abang tulis”. Dengan suara perlahan suaminya berkata “Abang tidak mencatat sesuatupun diatas kertas ini. Abang berfikir bahawa dirimu sudah sempurna, dan abang sekali-kali tidak ingin mengubah akan dirimu. Abang menyayangi dan menyintaimu kerana dirimu seadanya. Awak terlalu cantik dan baik bagi abang. Tidak satupun dari peribadimu yang tidak menyenangkanku, sayang….”

Si isteri tersentak dan tersentuh hatinya oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahawa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis.

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan,kesukacitaan dan pengharapan.Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan perkara yang buruk,mengecewakan dan menyakitkan jika kita boleh menemukan banyak hal-hal yang indah yang baik dan yang boleh kita terima di sekeliling kita? Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencuba melupakan yang buruk.


0 Responses to “terimalah seadanya”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 221,532 visit

…..

Yang Melawat MYly

web tracker
June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

sapa tu


%d bloggers like this: